Sobat,…. Apa kabar anda hari ini? tentunya sehat kan? dan tetap semangat untuk ngeblog kan? insyaallah!!
Di Artikel sebelumnya, saya menuliskan tentang blogger pintar, yang bisa berkomentar tanpa membaca artikel, alias mencoba fast reading. Tapi mulai sekarang kita positif thingking saja mungkin yang melakukan seperti ini karena keterbatasan waktu. Atau karena artikel terlalu panjang sehingga malas untuk membaca semuanya
Flashback pada artikel kemarin, saya sangat kagum pada komentar yang dituliskan oleh mas Iskandaria, dan karena komentarnya lah saya jadi dapat ide postingan hari ini. Ini cuplikan komentar mas Iskandaria
Intinya saya setuju sih dengan paparan di atas. Cuma yang membuat terjadinya fast reading mungkin karena tampilan artikel yang kelewat panjang atau kurang nyaman di mata (monoton atau hambar tampilannya).
Jadi sebaiiknya ke depan kita bisa lebih singkat dan lebih baik lagi dalam mengemas posting blog. Penggunaan blockquote untuk memberi jeda atau menegaskan satu alinea/kalimat tertentu saya kira bagus banget untuk memberi variasi tampilan artikel kita.
Termasuk penggunaan tag heading (h3 misalnya) untuk menegaskan sub judul pada paragraf tertentu.
Saya hanya menggaris bawahi satu kalimat saja yaitu?”tampilan artikel yang kelewat panjang atau kurang nyaman dimata”. Habis membaca komentarnya saya jadi berfikir sebenarnya berapa panjang artikel yang ideal untuk postingan? berapa jumlah kata atau word count yang ideal?
Memang bagi yang punya hobi nulis, bukan hal yang sulit untuk menulis artikel di blog dengan word count diatas 400, tapi sebaliknya bagi yang miskin ide untuk menulis sampai 300 kata saja rasanya sudah puyeng. Tapi yang jelas semuanya baik asalkan dari apa yang dituliskan telah menjelaskan ide dan pikiran dengan lengkap tak peduli jumlah katanya.
Kalau menurut saya sih, word count 300-500 sudah ideal untuk satukali posting, tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Kalau dari jumlah tersebut dirasa kurang mending dibuat bersambung, tapi kelemahannya jika dibuat bersambung terkadang pembaca tidak konsisten untuk membaca lanjutannya diposting berikutnya. Jika hal ini terjadi maka pesan sesungguhnya dalam artikel akan terasa “cuma separuh” atau “kepotong” . So… harus bagaimana?
Secara teoritis memang tidak ada berapa jumlah kata standar untuk posting, tapi setidaknya setiap blogger pasti mempunyai standar tersendiri dalam penyampaian artikel. Dan yang penting bagi seorang blogger wajib mempunyai kepekaan dan kepiawaian dalam meracik menu artikel ini, kalau misalnya artikel terlalu panjang kita dituntut untuk menyelipkan beberapa kalimat, yang sekiranya membuat pembaca tertarik untuk melanjutkan membaca. Mungkin bisa diselipkan joke atau diselipkan pertanyaan yang akan ditemukan jawabannya diakhir artikel. Dengan demikian secara tidak langsung mengharuskan pembaca untuk menuntaskan aktivitas membacanya. Nah…disinilah diperlukannnya pengalaman dalam menulis.
Bagi saya pribadi, menulis artikel di blog bukan hanya sekedar mengejar setoran update, tapi lebih dalam lagi saya pengen belajar, belajar dan terus belajar. Walau mungkin bahasa yang saya gunakan masih banyak yang rancu, saya yakin suatu hari nanti akan bisa mencapai titik ideal. Walau mungkin kadang artikel saya terlau pendek, itu karena keterbatasan saya, jika terlalu panjang, mungkin saat itu saya lagi banjir ide. Dan tidak salah memang kalau dikatakan bahwa efek blogging terhadap motivasi diri adalah termotivasi untuk selalu belajar.
Terakhir, saya ingin share dari sobat-sobat semuanya berapa word count ideal untuk anda? saya tunggu partisipasinya di kolom komentar. Terimakasih….
So….have enjoy Blogging!!!
Kata Kunci Yang Diketikkan Sehingga Menemukan Artikel Ini:
- panjang artikel
- arti word count
- Tampilan Blog yang ideal
- artikel dengan jumlah kata 300 kata
- artikel word
- langkah-langkah menyimak ideal
- Komentar yang kelewat panjang
- jumlah ideal tulisan turotial blog wordpress com
- jumlah ideal tulisan dalam satu halaman di blog wordpress
- word count menghitung kata di microsoft word
Related posts:



kalau word count ngga pernah saya hitung… hehehehehe…
menurut saya sebaiknya kalau menulis artikel tidak bertele-tele dan langsung ke pokok pembahasan, informatif dan bermanfaat.
Makasih pendapatnya, oh ya tak kasih :cendol karena dapat pertamax
saya juga gak pernah hitung jumlah kata kalo mau posting.. pokoknya kata2 yang keluar dari kepala meluncur ke jari2 di keyboard apa adanya, sesuai dengan ide yang ada di kepala.. sesudah postingan beres, tidak langsung di publish, tapi di baca ulang lagi, kalau ada yang terlalu bertele-tele maka akan dikurangi, kalau ada yang kurang maka akan ditambah..
tapi hasil akhirnya tidak pernah dihitung jumlah katanya. maka kadang postingan saya panjang sekali, dan ada juga yang pendek sekali.. tergantung mood nulis juga ya..
.-= jimmy´s last blog ..Pindah Server Hosting Lagi =-.
sebuah postingan yang sepektakuler… memang betul informasi yang anda tulis, okay good luck for u forever please comment a back and follow in my blog. my blog dedicated to 1001 followers… comment place
.-= wiyono´s last blog ..Tips Menjadi Pribadi Yang Damai =-.
terus terang saya paling suka postingan pendek-berbobot-berisi..sekali baca langsung nancep di hati ..hehe..
iya juga ya .. kadang baca tulisan yang kelewat panjang juga males .. jadi kayak baca novel ..
kalo soal word count, ane pikir 300-400 kata itu pas yah .. ga terlalu panjang .. tapi juga ga kependekan ..
cuman, soal typografi dari tulisan juga mesti diperhatiin kali yah .. udah tulisannya panjang, jenis huruf yang dipake bikin ngga nyaman, kombinasi warna juga ga jelas .. wah …
jenis huruf seperti yang dipakai di blog ini rasanya udah pas .. ga bikin mata sakit ..
.-= malaikatgimbal´s last blog ..Patung Gus Dur =-.
Saya juga senang yang singkat dan padat. trims
ini wacana menarik untuk di lontarkan mas Andrik
yups..seorang penulis atau blogger yang sudah fokus, akan sangat memperhatikan msalah word count ini. sebagai bentuk kepedulian saya, Artikel jajak pendapat saya buat untuk menjaring pendapat rekan-rekan terhadap “artikel yang ideal” di mata pembaca.
saat ini saya masih berada di kisaran 1- 2 setengah halaman word untuk setiap arikel saya. kalau di hitung kisarannya 300-500 word count. akan saya sesuaikan juga dengan tema yang saya angkat. jika memang membutuhkan penjelasan yang agag kompleks, saya bisa sampai ke 500. begitupun sebaliknya, bisa lebih sedikit..
Singkat padat dan jelas…kalaupun harus panjang, masalah estetika perlu diperhatikan juga…
Seperti yang mas bilang, belajar terus untuk menenukan titik ideal…itu juga yang sedang saya pelajari…
kalau saya maximal 2 lembar halaman MS word mas… itu paling mentok dan tak bisa di tawar….
.-= T. Wahyudi´s last blog ..Saat Genderang Perang Telah Ditabuh =-.
bener nih g bikin mata sakit, atau cuma bikin saya seneng aja.
yuppp!! sama2 belajar yuk!
nah komen spt ini yang saya tunggu mas fadly, bisa menjadi referensi buat saya.
nawarnya berapa mas tri?
Saya nggak ngitung kata-katanya mas, tapi ngitung duitnya aja. Hehehe….
Anyway, nama blog ini sekarang sudah masuk blogroll blog saya.
.-= Agus Siswoyo´s last blog ..Ketika Blogger Kontroversi Mengisi Super Blog Moderat =-.
Hehe…ternyata kode HTML tidak terproses secara sempurna di blog ini. Maas ya Mas!
kalau saya ukurannya kurang lebih 1 halaman A4 mas. Kalau dihitung sekitar 400-450 kata. Tapi untuk sebuah artikel yang tampil di sebuah blog, seharusnya bisa kurang dari itu. Yang penting maksudnya tersampaikan
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
.-= online-business-story.com´s last blog ..Pebisnis Online Kok Tidak Punya Paypal Account =-.
Aku juga sebetulnya ngga pernah ngecek word count. Barusan aku cek postingan terpanjangku, sekitar 650 words.
Rata rata, sekitar 300-500
Yang paling penting aku lakukan sih, setelah menulis semua ide, aku pasti baca tulisanku lagi ada sekitar 5-10x (serius), dan pasti banyak sekali koreksi. Revisi kata, penggantian kalimat, susunan paragraph, yang biasanya menjadikan postingan jauh lebih pendek dan jelas.
Terus dicek juga alurnya, kalau aku sendiri perlu membaca 1 kalimat 2x, pasti aku ganti lagi, supaya bisa terbaca sekali dan nyangkut diotak… kalo aku aja agak bosen membacanya 5x, aku anggap orang lain pasti akan bosen membaca tulisanku yang bahkan belum sekali…
Ya itu kalo aku sih. Tapi masalah wordcount rupanya aku sudah masuk ke standard idealmu, 300-500 hehehe.
.-= Dewa Bantal´s last blog ..Tangan Kanan, Tangan Manis =-.
Oh lupa, dan masalah pengaturan lokasi dan dekorasi dari sebuah postingan, sangat setuju.
Aku selalu berusaha membuat supaya dimata itu ngga penat, semua text berkerumun kayak semut. Penggunaan bold dan italic yang wajar, h3 dan blockquote, semuanya biar nyaman saja dilihat. Sukses selalu.
.-= Dewa Bantal´s last blog ..Tangan Kanan, Tangan Manis =-.
Entah panjang atau pendek, informasi yang di berikan Jelas dan dapat di mengerti oleh pembaca.. Terus berkarya blogger indonesia….
.-= ebleh´s last blog ..Free Download Sang Pemimpi =-.
Sependapat kalo tulisan di blog jangan terlalu panjang karena bertele2. bila terlalu pendek…nanti gak sampai…(pesan yang bawa oleh artikel tersebut).
400-500 word saya kira ideal.
Nice post.
:shakehand2 Salam kenal om… :shakehand2
makasih mas agus kalau sudah berkenan memasang link blog ini.
maksudnya?
salam kenal juga makasih sdh berkunjung. :shakehand2
Kalau menurut hemat saya sih antara 250 – 500 kata saja untuk satu postingan. Masalah akan terasa sepotong jika dibuat bersambung, mungkin itulah tantangan kita. Yaitu bagaimana agar dalam satu artikel seri tetap mengandung pesan/makna yang padat berisi.
Dengan kata lain, bagaimana agar artikel itu tetap terasa berdiri sendiri, walaupun pembaca tidak menyimak lanjutan2-nya.
Wacana yang cukup menarik nih. Thx berat sudah menjadikan komentar saya kemarin sebagai bahan posting. Ide menulisnya kreatif juga :ck
Terus terang, saya ngga pernah mikirin jumlah huruf. Cuma pake feeling aja. Kalo rasanya kepanjangan mungkin bisa dibikin artikel berseri. Beberapa tulisan saya jadi seperti itu.
Dan memang, kalau dalam 1 postingan terasa panjang, mungkin kita bisa mengakali dengan membagi menjadi berapa paragraf dan diselipin blockquote dan gambar.
.-= Deddy´s last blog ..Social Media Sebagai Sebuah Platform =-.
Kalau untuk artikel kontes, untuk tiga kali pengulangan keyword, minimal harus 300 kata, kurang dari itu dianggap spamming oleh google.. *kok jadi ingat kontes seo mengembalikan jati diri bangsa yang scam itu yah*
.-= khairuddin syach´s last blog ..Nikah lewat Facebook =-.
sama-sama…
.-= Agus Siswoyo´s last blog ..Ketika Blogger Kontroversi Mengisi Super Blog Moderat =-.
Mungkin kalau kita membuat postingan, harus memakai istilah “mengejar cewek”. Bukankah ketika melihat cewek yang “singset, padat dan berisi” kita bisa menelan ludah karenanya hehehe….salam kenal ya mas
Kalo buat Rafi, Panjang – Pendek itu relatif mas Andrik, Tergantung topik atau tema yg diusungnya. memang yg idealnya sih Tidak terlalu panjang, tapi berbobot dan isinya padat.
Keep Posting With your Smile’
Rafi :recsel
salam kenal juga, makasih sdh mampir
kalo 200 juga bisa mas dan sudah efektif di sisi SEO :cendol
Waktu seorang pengunjung harus kita hargai, karenanya menampilkan artikel dengan cara memperhatikan jumlah kata adalah strategi yang jitu untuk menarik pengunjung.
Untuk kepentingan page views bukankah akan lebih baikjika pengunjung membaca 2 artikel kita yang pendek-pendek daripada 1 artikel yang panjang dan berat.
Artikel yang memberikan pencerahan mas,
.-= Ricky´s last blog ..Cara Pasang Banner Affiliate di Facebook =-.
Menurut saya, justru ada teorinya. Jumlah kata 250-300 kata dianggap cukup sebagai abstrak ilmiah. Cukup untuk menggambarkan ringkasan konten. Apakah lalu hal ini yang diadopsi oleh algoritma mesin telusur Internet? Apakah ada aturan tertulis dari sisi SEO?
Saya mencantumkan jumlah kata di blog untuk pertimbangan Web usability. Jika konten terdiri dari sekian jumlah kata, silakan pengguna mempertimbangkan untuk melanjutkan membaca atau tidak. Terkait juga dengan jumlah rupiah yang akan dibayar per kilobitnya bagi pengguna dengan koneksi Internet berbasis volume. Plus lamanya waktu baca.